
Parkir dulu yuk kendaraan kita! Mulai deh peduli kesehatan
dari hal kecil, sekarang waktunya ngebalikin budaya jalan kaki. Untuk itu
saya memilih Bali untuk liburan jeda semester kuliah, yang pada akhirnya bisa
menerapkan budaya jalan kaki kembali tanpa mendapatkan keluhan dari temen-
temen yang biasanya ngeluh kecapean padahal baru jalan sebentar. Kali ini saya
akan menceritakan pengalaman saya jalan-jalan di Legian, Kuta, Ubung - Bali.
Jalan Legian adalah jalan utama yang menghubungkan Kuta
dengan Seminyak di Bali, Jalan ini adalah jalan yang dilewati untuk menuju ke
pantai kuta.Di Jalan legian ini tidak pernah sepi pengunjung dan banyak
dijumpai turis mancanegara. Jangan dulu takut pegal atau kelelahan,
karena jangan kaget kalau di sekitar legian banyak sekali yang menawarkan
'massage'
(pijat) dan mata anda akan dimanja dengan jalanan yang dibuat dengan
paving
block dan toko kecil yang menjadi ciri khas Jalan Legian bak bukan di
Indonesia karna majoritas yang berjalan kaki disana pun kebanyakan wisatawan
asing,lumayan lah cuci mata. Legian yang
dipenuhi dengan toko, berdominan menjual pakaian, souvenir, dan
peralatan olahraga air seperti surfing.
Legian sangat
terkenal sekali dengan kehidupan malamnya, pengunjung disana lebih ramai
mengunjungi legian pada malam hari ketimbang saat siang hari, sehingga di
legian ada banyak sekali berbagai macam club, bar dan pub. Tetapi saya tidak
pergi clubbing pada saat itu karena liburan saya pun tidak berasuransi,
dikhawatirkan jika terjadi sesuatu yang tidak di inginkan,dan minim budget juga
sih, jadi cuma bisa duduk manis :)
Beberapa Bar
yang terkenal di Jalan Legian adalah;
Disini banyak
tourist yang bebas memasuki bar semacam diatas , dan dengan tempat yang terbuka
para pelayan menawarkan menu yang menggiur kepada setiap tourist , dilegian ada
banyak bar dan penjual seperti penjual sandal , tas , dan aksesoris lainnya .

Biasanya daerah ini sebagian besar diminati
“TOURIST”' karena mereka menganggap didaerah LEGIAN adalah tempat yang lumayan
murah, namun bagi wisatawan LOKAL harga disekitar daerah tersebut lumayan
melambung.
Dijalan legian
inipun ada beberapa macam restaurant dan café.Mulai dari restaurant makanan
daerah sampai restaurant cepat saji seperti Kfc, McDonald.Ada juga beberapa
café terkenal disana yaitu Hard Rock Café dan Starbucks Coffee.
Ada beberapa
banyak macam hotel dan penginapan murah untuk pengunjung di legian.Mulai dari
harga 100 – 500 Ribu Rupiah permalamnya. Di Legian juga ada banyak macam studio
tattoo dan barbershop.
Pada 12 Oktober
2002, ada kejadian memilukan di legian. terjadi bom bunuh diri di Paddy's Bar.
Bom ini bertujuan menyerang wisatawan mancanegara, namun kenyataannya juga
memakan korban warga Indonesia sendiri. Tercatat 202 korban jiwa dan 209 orang
luka-luka atau cedera, Kini monumen peringatan didirikan di ground zero, dengan
memuat nama korban peristiwa terorisme tersebut.
Sangat terekomendasi bagi anda kaum muda yang sudah
terlalu memanjakan diri anda dengan (biasanya) motor. Pijakan dan mulailah
melangkah sembari berlibur di Legian dan nikmati
sunset di Kuta.
Sumber:
Buat yang lagi belajar membudayakan diri berjalan kaki, legian memang tempatnya. Dimana trotoar yang tersedia dibuat untuk pejalan kaki sangat aman dan nyaman dilalui demgan ukuran 4 pejalan kaki sekaligus. Selain itu disepanjang jalan terdapat banyak hal menarik yang bisa dipakai cuci mata, dari bule yang lewat maupun cendera mata unik yang dijajalkan disepanjang toko.
BalasHapusTapi untuk yang tidak suka jalan kaki ingin menikmati suasana jalan legian akan lebih baik menggunakan sepeda motor. Selain mampu berakslerasi di antara himpitan macet jalan legian, sangat mudah menjumpai penyedia jasa sewa motor di legian dengan tarif yang lebih murah menginggat legian adalah pusat penyedia jasa sewa motor di bali.