-->

Minggu, 20 November 2016

Investigasi

Ternyata teman baik ku adalah... 

Bertahun- tahun sudah ku jalanin pertemanan dengan tetangga ku, sebut saja Bulan. Bulan terbilang anak rumahan, sehari-harinya agak dikekang orang tua untuk tetap didalam rumah dan mengurus rumah karena kakak dan kedua orang tuanya sibuk bekerja. Berbeda denganku, orang tuaku sudah bercerai,aku tinggal bersama nenek dan kakek ku, ibu ku tinggal diluar negri dan ayah ku jarang berkujung. Aku merasa lebih bebas bermain karna termasuk cucu kesayangan.  Aku kerap sering mengundang teman-temanku ke rumah. Kala itu Bulan dan teman-temanku bermain di rumah ku. Tidak lama dari itu pun pertemanan aku dan Bulan merenggang. Namun mengapa? Mungkinkah Bulan iri? 

Kami berasal dari keluarga dengan ekonomi menengah. Bahkan sebelum orang tuaku bercerai, terlihat kehidupan Bulan lebih makmur. Bisa dikatakan ekonomi keluarga ku mulai tertolong disaat ibuku menikahi seorang 'bule'. Namun sejatinya teman, aku tidak pernah sekalipun lupa akan berbagi,khususnya pada Bulan. Bulan bahkan pernah ku ajak ke restoran mewah. Hidupku bak putri kerajaan disaat ibu ku kembali ke Indonesia. Namun ada saat dimana, selang waktu jauh dari ibu, tabunganku menipis karena banyak kebutuhan dan mungkin aku terlalu royal diawal. Tapi disitu hadir Bulan, yang nampak selalu dirumah suatu hari ia mengajakku kembali ke tempat2 yang pernah ku ajak,termasuk restoran mewah. Awalnya terlihat saking tidak pernah keluar rumah, aku menduga ia telah rajin menabung. 

Sepertinya bnyak hal-hal yang aku sudah curigai tentang Bulan. Bulan sepertinya jarang berkata jujur. Dapat di buktikan dari kejadian pertama ia mengajaku bepergian dengan uang yang ternyata ia akui dari pamannya. Namun pamanya hanya membelikan sebuah handphone n*kia bewarna hitam. Ia mengaku disuruh untuk menjualnya dan hasilnya untuk diberikan kepada Bulan. Aku menurut menemaninya dan setelah itu kami langsung beranjak mulai berfoya-foya dengan ditambahnya bungkusan amplop coklat yang ternyata berisi uang 2 juta Rupiah yang ia akui adalah hasil tabunganya. Namun nampaknya itu adalah hal yang aku sesali.

Beberapa hari kemudian, saat aku sedang berjalan sendiri didepan gang rumah, ada seorang gadis bersama ibu nya menyampiriku dan bertanya dimana kediaman Bulan. Sontak ku berantusias mengantarkanya. Dalam perjalanan aku iseng bertanya, apa mereka saudara nya Bulan. Sang ibu justru mulai membeberkan cerita, bahwa anaknya adalah teman sekolahnya dan ia mempercayain bahwa handphone anaknya telah dicuri Bulan. Lantas aku bertanya spontan jenis hp tersebut, terungkap handphone tersebut percis dengan yang Bulan jual. Ku tidak ingin terlalu ikut campur,walau ada rasa hina karena telah ikut menikmati uang yang ternyata haram. 

Langkahku yang tergesa-gesa dan sang ibu dengan anaknya ternyata sudah jadi rasa penasaran bagi tetangga ku yang lain. Setelah ku antarkan, teman ku Reva mulai menghampiriku dan bertanya ada apa. Ku jelaskan bahwa Bulan diduga mencuri handphone di sekolahnya. Reva dengan rasa yang sudah ia duga mulai menceritakan sesuatu. Reva bercerita tentang uangnya yang hilang senilai dua juta, dengan ciri-ciri dibungkus amplop coklat. Reva seperti sudah yakin bahwa Bulan yang mengambilnya, karena saat itupun Bulan pernah berada di dalam kamar Reva sendiri dan saat Reva kembali kekamarnya, ia malah buru-buru ingin pulang. Disadari langsung uang yang diperuntukan untuk membayar spp sekolah ludes saat itu juga. Untungnya keluarga Reva ikhlas menanggapinya,lagipula mereka tidak punya bukti kuat yang bisa membuktikan bahwa Bulan pelakunya, karena jelas kamar Reva tidak memiliki cctv dan Reva saat itu hanya sendiri dirumahnya dan tidak ada yang melihat kalau Bulan main kerumahnya saat itu. Aku mulai penasaran akan motif nya, namun pertama-tama aku berharap aku bukan korban selanjutnya. 

Kenyataanya,aku adalah target selanjutnya. Hanya nyaris aku jadi korban. Aku takut ini bukan lagi karena iri semata,tetapi sudah menjadi kebiasaan. Aku mengenalnya sebagai gadis yang lugu dan sopan, namun terlalu pintar untuk seorang berpenyakit kleptomania. Kleptomania sendiri, adalah penyakit akan kebiasaan dengan mengambil sesuatu yang bukan hak nya, namun tidak jarang bahwa mereka melakukannya diluar alam bawah sadar, dan barang yang mereka ambil terbilang asal ambil cenderung barang2 yang kurang berarti. 

Kesempatanlah yang membantu Bulan. Bulan tau apa fungsi barang2 yang akan ia ambil, karena ia sadar menginginkanya guna hasilnya  untuk berfoya-foya semata. 
Entah kenapa ia mengincar ku juga, padahal aku teman terdekatnya. Jadi apa karena ia iri dengan ku? Nyaris handphone ku raib di rumah ku sendiri. Tentunya,ia juga berada dirumahku. Hebat sekali ia memanfaatkan suasana dimana ada banyak pula teman2ku yang berkunjung. Jika dianalisis pun, teman2ku yang lain yang paling tidak mungkin untuk mencuri. Mereka berasal dari keluarga ekonomi rendah kebawah, dan ilmu agama mereka lebih kuat, adapun satu dari mereka termasuk anak orang kaya,namun sisi religius mereka lebih kuat bahkan dariku. Yang ku tahu Bulan selalu dirumah bahkan untuk mengaji di madrasah saja ia cenderung jarang, karena harus menjaga rumahnya. Saat2ku menemani ia dirumahnya pun jelas hany menemaninya bermain,setelah itu merapihkan rumah, serta memasak,dan ia pun jarang beribadah, sungguh prihatin sebenarnya. 

Kembali ke handphone ku yg nyaris ia bawa pulang. kami terlalu asik mengobrol hingga lupa akan handphone ku. Ku mencari kemana-mana tidak ketemu. Tetapi, ada kartu telfon dengan provider ku yang ku temukan disebelah Bulan, pada pojokan sofa. Aku penasaran kenapa ada kartu di liar handphone, aku mulai memanggil om ku untuk membantu, ku meminjam handphone nya untuk dicoba jika ini benar nomer ku dan ternyata benar. Kita semua heran bagaimana kartu bisa keluar sendiri. Disitu kami mulai menunjuk nunjuk, dan aku sudah tahu siapa yang harus kucurigai. Terlebih Bulan selalu beralasan sakit perut mondar mandir kekamar mandi, dan keluarnya,ia seperti menahan sesuatu pada ujung bajunya. Dengan alibi sakit perut,ia pun membongkokan badannya. Ia sempat akan kabur kembali kerumahnya, ku biarkan namun karena sakit,sahabat sejatinya harus menemaninya. Namun karena ku sibuk mencari hp keseluruh bagian isi rumah,bahkan pada sofa ku pun ku selipkan tangan ku keseluruh bagian dan berkali kali dicheck oleh teman dan adik ku pun tidak ada hp disitu. Maka, ku suruh salah satu temanku mengantarnya sembari memaksa perlahan untuk membantu ku mencari hp. Ia pun berjanji akan kembali lagi setelah ia mengambil obat. 

Kami serentak tidak menunggunya dirumahku namun didepan rumahnya. Sekeluarnya ia tampak seperti orang sehat. Aku dan nenekku mulai berintrogasi. Kami pun dengan to the point menyuruhnya agar tolong dikembalikan. Ia masih mengelak bahwa ia bukan pelakunya dan mulai menyudutkan balik kenapa kami menuduhnya. Kami pun tidak berhenti dan menepisnya karena kami tidak menuduh,melainkan itu fakta. Ku mulai menangis, nenek dan temanku mulai pasrah dan memohon mengatakan,tolonglah orang tuaku jauh,dan hanya berkomunikasi via handphone. Dan memangnya apa salah ku terhadap Bulan? Kenapa Bulan setega itu. Aku disuruh nenekku kembali mencarinya,nenekku pun percaya-jika rejeki ku pasti akan selalu jadi miliku. Bulan sempat kembali ke dalam rumahnya dengan alesan mengunci pintu. Juga entah obrolan apa yang nenek dan Bulan lanjutkan. Hingga sekarang aku pun tak tahu, hanya saja nenekku bilang memang Bulan pelaku. Mungkinkah Bulan sudah mengaku? Karena setibanya dirumahku nenekku justru mencegahku dan teman-temen untuk mencari dan membiarkan Bulan mencari. Seketika handphone itu dengan mudahnya Bulan temukan, dan dengan mengeluarkan dari selipan sofa. Tentu dengan gestur awal menutupinya,kata temanku-ia memasukan hp ku dan pura2 mengambilnya. Jelas saja, sofa sudah lebih dari 5 kali di check dan kosong tidak ada handphone dan barang apapun sebesar hape ku,benar-benar kosong. 

Nenek ku mulai tersenyum dan berpura-pura menyalahi adik ku karena tidak bisa meriksa dengan benar,walau nenekku pun sudah tahu Bulan pelakunya. Pesan moralpun ku dapat dari sosok nenekku, yang mungkin paham bagaimana Bulan yang hidupnya agak terkekang, dan ia hanya ingin seperti teman-teman yang lain dengan bisa lebih menikmati hidup masa remaja. Lagipula, alangkah malunya memang untuk mengakui kesalahan, nenekpun tak ingin mempermalukanya. Mungkin dari situ Bulan menyadari bahwa ku pun selama ini sudah menyadari kebiasaan mencurinya, maka tidak akan mudah mengelabui kesempatan, sekalipun ada seribu orang dalam rumahku,yang pertama akan ku duga adalah Bulan. Sekali lagi, aku pun turut menyesal tidak pernah menyadarkan Bulan dari awal, namun Bulan pun masih pantas keluar rumah dan menikmati hidup, ku mohon jangan ada lagi orang tua yang terlalu sibuk hingga harus membebani sang anak. Sejak saat itu, aku tidak pernah mengundangnya kerumah lagi dan ia pun sudah sungkan sepertinya untuk mengajakku menemani merapihkan rumahnya. Saat kami papasan pun kami cukup menebar senyum. 

Interpretif

Keuntungan Pertukaran Bahasa


Ada banyak cara untuk dapat meningkatkan kemampuan berbahasa asing, contohnya dengan membaca bacaan bahasa asing,menonton film berbahasa asing, ikut kursus, atau dengan simpel mempraktekanya dengan orang asing tertuju.
 
Mungkin tidaklah mudah mencari orang asing dengan bahasa yang kita tuju untuk secara verbal mempraktekan langsung bersama. Akan tetapi, seiring kemajuan teknologi, kita bisa memanfaatkan fungsi dari chatting online. Namun kenyataanya, banyak aplikasi yang tidak semudah yang kita bayangkan. 
Pada aplikasi chatting online, banyak yang didasari dengan menambahkan sebagai teman terlebih dahulu,dan bagaimana jika kita terlalu asing bagi seseorang tersebut dan ia tidak ingin berkenalan sekalipun. Juga sayangnya belum tentu seseorang yang sudah mau menjadi teman mengobrol akan mempunyai tujuan yang sama yaitu bertukar bahasa. 

Jangan khawatir, masih banyak diluar sana website yang menyediakan khusus bagi orang2 yang ingin bertukar bahasa. Mulai dari dengan chatting, atau hanya sebagai sahabat pena,seperti bertukar email di teknologi terkini. Selain secara online, jika kalian berusaha lebih, tidak sedikit yang bisa kalian temukan akan sebuah komunitas berbasis multiculture dari beberapa negara yang dengan senang hati saling membantu satu sama lain, dengan ketertarikan yang sama yaitu menambah kemampuan berbahasa asing. Selain itu, kita juga bisa mengulik informasi seperti kebudayaan tentang negara dari bahasa yang kita pelajari.

Tajuk Rencana

Kenaikan Harga Rokok

Desas-desus kenaikan harga rokok memunculkan perdebatan di media sosial yang mempertanyakan, apakah yang menjadi isu adalah kesehatan rakyat atau pemasukan negara?

Direktur Jenderal Bea Cukai, Heru Pambudi,  memastikan bahwa pemerintah berkomitmen mengurangi konsumsi rokok di kalangan masyarakat, salah satunya dengan menaikkan cukai rokok. Akan tetapi, kenaikan selalu dilakukan secara bertahap.

“Dengan menaikkan harga dua kali lipat, jumlah rokok yang dikonsumsi akan turun tetapi jumlah uang yang beredar untuk rokok tetap naik. Maka pemerintah menerima tambahan uang cukai sebesar Rp70 triliun, itu cukup untuk menutup defisit JKN,” tutur penulis utama laporan itu, Hasbullah Thabrany.

Meski demikian, Wakil Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia, Sudaryatmo, menilai sekadar menaikkan harga rokok tak cukup untuk menurunkan jumlah perokok.
Kebijakan itu, menurutnya, perlu dibarengi rangkaian kebijakan pendukung; antara lain menyediakan terapi bagi masyarakat yang ingin berhenti merokok. Memang sudah ada terapi gratis di klinik kesehatan, namun sayang jumlahnya terbatas 

Kenaikan harga rokok tak akan berdampak besar pada para perokok yang sudah ketagihan. Meski demikian, besar harapan sebagai langkah yang dapat menekan angka pertumbuhan perokok pemula. STOP SMOKING WHILE YOU'RE ALIVE. 

Selasa, 01 November 2016

Diplomatic Activities

Diplomatic Activities : 

1. Manage the goal of foreign policy focusing on communication.
2. Develop abroad International coorporation.
3. Build mutual understanding and support their country.
4. Expanded to cover summit meetings and other International conferences.
5. Involved in the economic sphere.
6. Managing International relations.
7. Represent and protect that nation's intrest abroad.
8. Mantains International relations with regards  to issues of peace and war, trade and economic, culture, the environment, and human right.
9. Negotiations
10. Curb the excesses of globalization.

Investor Presentation - Tourism Assignment

YOUR FUTURE WITH DUBAI
BEGIN NOW
Eka Desmawati
Evalina Gusti Septiani
Gadis Novel Asmara Eko
Gloria Natalia Arista Selanno
Indah Kurnia
Laila Fitria
Musjalifah
Retno Puji Lestari


Which country that we choose to invest? 


It’s Dubai, the City 

of Gold. 

V i s i t   D u b a i



Type of passport andvisa
we need to go to Dubai


Passport will be just
Common passport

And we will use 
Limited stay Visa

we choose Emirates airlines because it will give us
many advantages, such as:
1.) Direct flight. So we will get the efficiency of time
2.) does cost cheaper as it doesn’t require us to make other visa; 
we don’t need to transit. 




The Reason Why We 

Choose Dubai

1.Dubai has very rapidly progress and being called as one 
of the most richest countries.
2.Eco-friendly environment , and still using sun as source 
of energy and many different source of energy that free 
carbon and pollution.
3.Also the center of globalization who bring a lot of 
communities and expert people from all across the world 
that make it important for investor.

Another reason according to The Richest :
1. Geography location
2. Infrastructure
3. many harbor 
4. Re
creation and comfort facility  
5. playground and beach
6. 
wealth and glamour life-style
7. 
Real-Estate profit are incredible
8. 
the continues construction
9. free economy taxes
10. Expo 2020 
11. The Stability of Politic and Economy

DUBAI THEN AND NOW



Kind Of Bussiness That We Want To Run 
In Dubai


We will invest property share 
stock 
in Burj Alkhalifa.



Will be staying at Four Season 

Resort Dubai at Jumeirah 

Beach.

It cost 1200$ for 2 nights





Why we choose this hotel ?

not only close to Burj Al Arab Dubai
but also we want to compare to the 
hotel that are going to invest. 



Meeting place

It will take place in Burj Al Arab Dubai
because it can minimize the budget and
also we can sight seeing facilities after 
meeting. 











Meeting Topic


1.Portfolio Review
2.Investment Policy Statement
3.Asset allocation
4.Risk Management
5.Profit policy