-->

Minggu, 27 Desember 2015

Kemiskinan

Kemiskinan merupakan problematika kemanusiaan yang telah mendunia dan hingga kini masih menjadi isu sentral dibelahan bumi manapun. Selain bersifat laten dan aktual, kemiskinan adalah penyakit sosial ekonomi yang tidak hanya dialami oleh negara-negara berkembang melainkan negara maju seperti Inggris dan Amerika Serikat. Negara Inggris mengalami kemiskinan di penghujung tahun 1700-an pada era kebangkitan revolusi industri di eropa. Pada masa itu kaum miskin di Inggris berasal dari tenaga-tenaga kerja pabrik yang sebelumnya sebagai petani yang mendapatkan upah rendah, sehingga kemampuan daya belinya juga rendah. Mereka umumnya tinggal di pemukiman kumuh yang rawan terhadap penyakit sosial lainnya, seperti prostitusi, kriminalitas dan pengangguran. Sedangkan Amerika Serikat bahkan mengalami depresi dan resesi ekonomi pada tahun 1930-an dan baru setelah tiga puluh tahun kemudian Amerika Serikat tercatat sebagaiNegara Adidaya dan terkaya didunia.

          Ada dua kondisi yang menyebabkan kemiskinan bisa terjadi, yaitu kemiskinan alami dan kemiskinan buatan, Kemiskinan alami terjadi akibat sumber daya alam (SDA) yang terbatas, pengguna tekhnologi yang rendah dan bencana alam. Kemiskinan buatan diakibatkan oleh imbas dari para birokrat kurang berkompeten dalam penguasaan ekonomi dan berbagai fasilitas yang tersedia, sehingga mengakibatkan susahnya untuk keluar dari kemelut kemiskinan tersebut. dampaknya, para ekonom selalu gencar mengkritik kebijakan pembangunan yang mengedepankan pertumbuhan daripada pemerataan.

         Dalam kamus ilmiah populer, kata "Miskin" mengandung arti tidak berharta (harta yang ada tidak mencukupi kebutuhan). Adapun kata "fikir" diartikan sebagai orang yang sangat miskin. Secara etimologi makna yang terkandung yaitu bahwa kemiskinan sarat dengan masalah konsumsi. Hal ini bermula sejak masa neo-klasik dimana kemiskinan hanya dilihat dari interaksi negatif (ketidakseimbangan) antara pekerja dan upah yang diperoleh.

         Kemiskinan bukanlah suatu yang terwujud dengan sendiri terlepas dari aspek-aspek lainnya, tetapi kemiskinan itu terwujud sebagai hasil interaksi antara berbagai aspek yang ada dalam kehidupan manusia. Terutama aspek sosial dan aspek ekonomi. Aspek sosial adalah adanya ketidaksamaan sosial diantara sesama warga masyarakat yang bersangkutan, seperti perbedaan suku bangsa, ras, kelamin, usia yang bersumber dari corak sistem pelapisan yang ada dalam masyarakat. Sedangkan aspek ekonomi adalah adanya ketidaksamaan diantara sesama warga masyarakat dalam hak dan kewajiban yang berkenaan demgan pengalokasian sumber-sumber daya ekonomi.

    Faktor-faktor Timbulnya Kemiskinan:
1. Tingkat pendidikan yang rendah
2. produktivitas tenaga kerja rendah
3. Tingkat upah yang rendah
4. Distribusi pendapatan yang tidak seimbang
5. Kualitas sumber daya alam masih rendah
6. Penggunaan tekhnologi masih kurang
7. Kesempatan kerja yang kurang
8. Etos kerja dan motivasi pekerja yang rendah
9. Kultur/Budaya (tradisi)
10. Politik yang belum stabil.

         Masalah kemiskinan bukan hanya sebagai musuh para bangsa saja, namum kemiskinan juga dapat menghambat proses pengembangan suatu negara, dalam hal ini pemerintah memiliki peran penting dalam menghilangkan kemiskinan yang ada disuatu negara, namun perludiketahui bahwa sebenarnya kemiskinan itu belum dapat dihilangkan seutuhnya, tapi yang lebih tepatnya adalah mengurangi terjadinya kemiskinan pada setiap negara. Untuk mengurangi kemiskinan tersebut berikut ini ada beberapa cara dapat pemerintah lakukan dalam mengurangi kemiskinan, yaitu:

  1. Diadakan pelatihan/kursus agar warga punya ketrampilan dan bisa memanfaatkan ketrampilannya tersebut untuk mencari nafkah.
  2. Diadakan pendidikan yang benar-benar dengan kualitas yang baik agar semua warga bisa mengenyam pendidikan yang berkualitas namun bebas biaya dan mengurangi jumlah warga yang berpendidikan rendah.
  3. Memfasilitasi Usaha Kecil Menengah, agar warga yang punya UKM bisa meningkatkan pendapatan melalui fasilitas yang memadai serta bisa merekrut warga lain untuk dipekerjakan. Dengan begitu pengangguran diharapkan bisa berkurang.
  4. Infrastruktur didaerah-daerah diperbaiki agar akses ketempat lain bisa lebih mudah dan juga murah, dengan begitu warga miskin diharpkan bisa mencari pekerjaan ke daerah-daerah lain dengan mudah.
Sumber:
http://sii-lukman-oneheart.blogspot.co.id/2011/11/tugas-ilmu-sosial-dasar-kemiskinan.html
http://rosaindriasari15.blogspot.co.id/2013/03/masalah-dan-cara-penanggulangan.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar