-->

Senin, 26 Oktober 2015

Pemuda dan Identitas

Pengertian  Pemuda
Kita ketahui bahwa pemuda atau generasi muda merupakan konsep-konsep yang selalu dikaitkan dengan masalah ini, hal ini merupakan pengertian idi dan idiologis dan kultural daripada pengertian ini. Di dalam masyarakat pemuda merupakan satu identitas yang potensial sebagai penerus cita-cita perjuangan bangsa dan sumber insani bagi pembangunan bangsanya karena pemuda sebagai harapan bangsa dapat diartikan bahwa siapa yang menguasai pemuda akan menguasi masa depan

Ada beberapa kedudukan pemuda dalam pertanggungjawabannya atas tatanan masyaraka,
antara lain;
  • Kemurnian idealismenya
  • Keberanian dan keterbukaanya dalam menyerap nilai-nilai gagasan yang baru 
  • Semangat pengabdiannya
  • Spontanitas dan dinamikanya
  • Inovasi dan kreativitasnya
  • Keinginan untuk segera mewujudkan gagasan-gagasan baru
  • Keteguhan janjinya dan keinginan untuk menampilkan sikap dan keperibadiannya yang mandiri
  • Masih langkanya pengalaman-pengalaman yang dapat merelevansikan pendapat,sikap dan tindakannya dengan kenyataan yang ada
 Secara hukum pemuda adalah manusia yang berusia 15-30 tahun, secara biologis yaitu manusia yang sudah mulai menunjukan tanda-tanda kedewasaan seperti adanya perubahan fisik, dan secara agama adalah manusia yang sudah memasuki fase aqil baligh yang ditandai dengan mimpi basah bagi pria biasanya pada usia11-15 tahun dan keluarnya darah haid bagi wanita biasanya saat usia 9-13 tahun.

Pemuda adalah suatu generasi yang dipundaknya terbebani berbagai macam-macam harapan, terutama dari generasi lainnya. Hal ini dapat dimengerti karena pemuda diharapkan sebagai generasi penerus, generasi yang akan melanjutkan perjuangan generasi sebelumnya, generasi yang mengisi dan melanjutkan estafet pembangunan

Pengertian Identitas
Pengertian menurut Stella Ting Toomey merupakan refleksi diri atau cerminan diri yang berasal dari keluarga, gender, budaya, etnis dan proses sosialisasi identitas pada dasarnya merujuk pada refleksi dari diri kita sendiri dan persepsi orang lain terhadap diri kita. Sementara itu, Gardiner W. Harry dan Kosmitski Corinne melihat identitas sebagai pendefinisian dari seseorang sebagai individu yang berbeda dalam perilaku, keyakinan dan sikap.

Identitas berawal dari teori identitas sosial yang di kemukakan oleh Henri Tajfei dan John Turner pada tahun 1979. Teori tersebut awalnya dikembangkan untuk memahi dasar psikologis dari diskriminasi antar kelompok. Tajfei dan Turner berusaha untuk mengidentifikasi kondisi minimal yang akan membawa anggota dari suatu kelompok untuk melakukan diskriminasi terhadap anggota kelompok lain

Hubungan identitas dengan pemuda
Masalah pemuda merupakan masalah yang abadi dan selalu dialami dalam setiap generasi dalam hubungannya dengan generasi yang lebih tua. Masalah-masalah pemuda ini disebabkan karena sebagai akibat dari proses pendewasaan seseorang, penyesuaian diri dengan situasi yang baru dan timbulah harapan setiap pemuda karena akan mempunyai masa depan yang baik dari pada orang tuanya. Proses perubahan itu terjadi secara lambat dan teratur atau evolusi. Sebagian besar pemuda mengalami pendidikan yang lebih dari pada orang tuanya. Orang tua sebagai 'peer group' yang memberikan bimbingan, pengarahan, karena merupakan norma-norma masyarakat, sehingga dapat di pergunakan dalam hidupnya. Banyak sekali masalah yang tidak terpecahkan karena kejadian yang menimpa mereka belum pernah dialami dan diungkapkannya.

Dewasa ini umum dikemukakan bahwa secara biologis dan politis serta fisik seseorang pemuda sudah dewasa akan tetapi secara ekonomis, psikologis masih kurang dewasa contohnya; seperti pemuda-pemuda yang sudah menikah, mempunyai keluarga, menikmati hak politiknya sebagai warga negara tetapi dalam segi ekonominya masih tergantung kepada orang tuanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar